Selasa, 09 September 2008

Melatih Anak Berpuasa Sedini Mungkin

ImageTidak ada standar usia yang pasti kapan anak sudah mampu ikut berpuasa. Dalam bidang medis, bayi setiap 4 jam harus makan. Seiring usianya bertambah, pengosongan lambung mulai bisa lebih lama, yaitu mencapai 8 jam, kemudian 12 jam dan seterusnya. Kadang ada anak yang umur 6 tahun sudah kuat berpuasa tapi kadang ada anak yang berumur lebih besar dari itu namun belum kuat untuk berpuasa. Semua tergantung kepada bagaimana membangun mental psikologis anak sejak dini. Semakin dini orang tua mendidik mental psikologis anak semakin cepat pula ia mampu untuk berpuasa.

Puasa bagi anak-anak bukan hanya menahan lapar dan haus tapi yang utama adalah mengkondisikan mental psikologisnya. Yaitu bagaimana anak mempunyai niat dan kesadaran sendiri untuk berpuasa. Jadi anak berpuasa bukan karena paksaan atau tekanan dari orang tua. Membangun mental psikologis anak, bisa dilatih sedini mungkin. Diawali dengan mengajak anak untuk ikut bangun saur dan biarkan ia melihat aktifitas keluarganya di saat saur dan merasakan nikmatnya kebersamaan. Kalau hari biasanya ketika makan pagi si anak jarang bahkan mungkin tidak pernah melihat seluruh anggota keluarga makan bersama. Di saat saur itu, anak akan melihat bagaimana semua anggota keluarga walaupun mengantuk tetapi tetap memaksakan diri untuk bangun dan makan bersama di satu meja.

Menjelang pagi, rutinitas berjalan seperti biasa. Tapi si anak merasakan ada yang lain kali ini. Ibu, Ayah atau kakak-kakaknya tidak ada yang sarapan pagi. Bahkan sampai siang ia tetap tidak melihat seorang pun makan. Bila saat buka puasa tiba. Dia akan melihat bagaimana semua anggota keluarga berkumpul lagi. Bagaimana nikmatnya ketika seharian menahan lapar, lalu berbuka bersama dengan aneka makanan yang belum tentu ada pada hari biasa.

Pengalaman-pengalaman dan kebiasaan-kebiasaan yang dilihat dan dirasakan oleh anak inilah yang akan membangun psikologis ia nantinya. Karena faktor psikologislah yang berperan penting untuk mengatur kapan ia ingin berpuasa, sampai berapa lama, dsb. Umur tidaklah menjadi ukuran saklak. Jadi, biarkanlah anak yang merasakan sendiri nikmatnya berpuasa, tanpa adanya tekanan dari orang tua. Kita sebagai orang tua cukup memberi contoh yang baik kepada mereka.

* Dr. Indragiri

3 komentar:

Chelsy Kho mengatakan...

Numpang Promo ya

PAPADOMINO agen poker online terpercaya
judi poker
bandar poker
domino online
agen poker online
poker online
capsa susun
poker online terpecaya

Unknown mengatakan...

Hai..
kita dari agen poker online papadomino mau memberitahukan bahwa sekarang sedang ada promo bonus yaitu :
* Bonus Minguuan : 0.5% (setiap senin)
* Bonus Referral : 20% (seumur hidup)

Hanya dengan minimal depo & wd Rp 20.000,-
Proses depo / wd cepat
100% PLAYER VS PLAYER Tanpa ROBOT
link pendaftaran : http://papadomino.com/?ref=jesica6413
Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : 2B4A514B

* Buat yang suka bermain togel silahkan kunjungi http://www.papa4d2.com/ref.php?ref=jesica
;)
judi poker
bandar poker
domino online
agen poker online
poker online
capsa susun
poker online terpecaya

Celana Sirwal mengatakan...

Dalam mengajarkan anak memang perlu adanya dukungan penuh dari orang tua terkasih sehingga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi si kecil. Terimakasih banyak untuk informasi yang diberikan